You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kelurahan Malaka Jaya Gelar Pelatihan Menari
photo Nurito - Beritajakarta.id

Remaja di Kelurahan Malaka Jaya Diberi Pelatihan Menari

Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menghadirkan inovasi baru dengan menggelar pelatihan menari bagi para remaja. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

"Lebih aktif dalam kegiatan positif"

Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih mengatakan, ide pelatihan menari ini berawal saat dirinya melakukan kunjungan ke RW 05 dan melihat para remaja sedang berlatih menari.

Melihat antusiasme peserta, ia kemudian mengarahkan agar kegiatan latihan dipindahkan ke lantai tiga Kantor Kelurahan Malaka Jaya agar lebih terfasilitasi dengan baik.

Warga Malaka Jaya Hadirkan Gang Hijau Penuh Inovasi

"Sengaja kami membuka inovasi baru dengan menggelar pelatihan menari di kantor kelurahan. Ini sebagai upaya untuk mengurangi kebiasaan anak-anak bermain gawai dan mendorong mereka lebih aktif dalam kegiatan positif," ujarnya, Selasa (27/1).

Eko menjelaskan, pada tahap awal peserta pelatihan berasal dari RW 05 sebagai perintis dengan jumlah sekitar 30 remaja.

"Kami tentu berharap pelatihan ini dapat diikuti oleh remaja di Kelurahan Malaka Jaya dari wilayah RW lainnya," terangnya.

Ia berharap, para peserta dapat tampil dalam berbagai kegiatan di kantor kelurahan maupun RPTRA, serta mengikuti perlombaan seni tari sehingga dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi peserta dan orang tua.

"Sebagai wadah kegiatan, Kelurahan Malaka Jaya membentuk kelompok yang diberi nama Sanggar Tari MJ (Malaka Jaya). Sanggar ini diketuai oleh Neneng Eka Prihatini yang juga menjabat sebagai Ketua PKK RW 05, Kelurahan Malaka Jaya," ungkapnya.

Instruktur tari, Sahuri menuturkan, materi latihan meliputi berbagai tarian tradisional dari Jakarta, Sunda, dan Sumatra. Untuk tarian Betawi, peserta diajarkan tari Sirih Kuning, Ondel-ondel, dan Lenggang Nyai.

Kemudian, tarian dari Pulau Sumatra diajarkan Tari Piring, Tor-Tor, dan Saman. Sementara dari Sunda, peserta mempelajari tari Jaipong.

"Pada tahap awal baru ada 10 peserta yang aktif mengikuti latihan. Kami berharap jumlahnya akan terus bertambah," ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya memiliki sertifikat sebagai pelatih tari dari Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

"Sertifikat ini saya peroleh setelah mengikuti pelatihan pelatih tari yang diselenggarakan oleh instansi terkait," bebernya.

Sementara itu, salah seorang remaja Kelurahan Malaka Jaya, Arisya Mulandari (17), mengaku sangat tertarik mengikuti pelatihan tersebut karena memiliki minat besar di bidang seni tari.

Siswi kelas XI SMK Nurul Islam ini mengungkapkan, sudah menyukai dunia tari sejak kecil. Terlebih, ada gerakan yang luwes serta alunan musik khas dan enak diikuti.

"Daripada banyak bermain ponsel di rumah atau sekadar nongkrong, lebih baik saya memanfaatkan waktu untuk ikut latihan menari," tandasnya.

Arisya mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyukai dunia tari sejak kecil. Ia menyukai gerakan yang luwes serta alunan musik yang khas dan enak diikuti. Saat ini, ia lebih tertarik dan dominan mempraktikkan tarian khas Betawi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Wali Kota Jaksel Minta Jajaran Responsif Tangani Aduan Warga

    access_time06-07-2026 remove_red_eye1904 personTiyo Surya Sakti
  2. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye1335 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pramono Pastikan Dukung Penuh Sekolah Rakyat di Jakarta

    access_time03-07-2026 remove_red_eye1188 personDessy Suciati
  4. Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

    access_time04-07-2026 remove_red_eye1042 personFolmer
  5. MRT Jakarta Pastikan Penanganan Gangguan Persinyalan Terus Dilakukan

    access_time02-07-2026 remove_red_eye1038 personFakhrizal Fakhri